UPT Jalan dan Jembatan Wilayah V Leuwiliang Gercep Tanggani Longsor

UPT Jalan dan Jembatan Wilayah V Leuwiliang Gercep Tanggani Longsor

BOGOR - Longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Rumpin, Leuwibatu di ruas jalan Jambu Gobang, mengakibatkan jalan terputus sehinga akses jalan untuk masyarakat sekitar sangat tergangu, begitu juga dengan usaha masyarakat sekitar dan para penguna jalan yang lain, baik roda dua dan apa lagi roda empat.

Selama ini jalan yang ada hanya dari gotong royong warga demi kelancaran beraktifitas itu juga hanya dua meter tidak bisa di lalui truck.

Laporan yang selama ini di sampaikan ke UPT jalan dan jembatan wilayah V Leuwiliang baru dapat di laksanakan berkat program tanggap darurat tentang bencana alam longsor.

Himbauan dari kadis agar gercep dalam menangani fasilitas kebutuhan akses masyarakat terutama saat sekarang ini yang mana sering terjadi hujan deras dan sebagian wilayah masih banyak yang rawan longsor.

Kepala UPT Infrastruktur jalan dan jembatan wilayah V Leuwiliang, Eko Sulistianto mengatakan, Penanganan longsor Leuwibatu tepatnya di ruas jalan Jambu-Gobang, sebagai upaya tanggap darurat bencana, hal ini merupakan program tanggap darurat PUPR untuk mengantisipasi bencana alam longsor.

"Penanganan longsor tersebut menggunakan Dua kontruksi, Turap sebagai penangana longsor dan pemasangan Box Culvert sebagai pengendali air, yang menyebabkan longsor tersebut. Dimana berdasarkan kondisi titik longsor yang merupakan cekungan menjadi tempat bertumpunya air pada saat hujan besar, di karenakan terdapat daerah tampungan curah hujan ( Catment area) yang cukup luas, tentunya di perlukan pemasangan Box tersebut sebagai fasilitasi aliran air dan untuk pemasangan Box , jadi jalan tersebut harus di tutup karena sebelumnya telah terjadi pemutusan jalan yang di akibatkan longsor"  ungkapnya, Minggu (30/05/202

Untuk menanam Box tersebut sedalam Dua meter di bawah permukaan jalan yang nantinya akan di timbun kembali. Tambahnya

Selanjut Eko Sulistianto memaparkan Jalan Jambu-Gobang ini, merupakan jalan yang menghubungkan Dua kecamatan yaitu kecamatan Rumpin dan kecamatan Leuwisadeng, jalan tersebut juga merupakan akses satu-satunya yang menfasilitasi kegiatan aktifitas masyarakat untuk menuju Leuwisadeng, Rumpin ataupun Leuwiliang.

"Rencana jadwal penanganan selama 2 Minggu dengan penutupan jalan selama 3 hari. Harapan semoga dengan tertanganinya titik longsor tersebut, dapat memfasilitasi kembali para pengguna jalan, baik pengguna jalan dan mesyarakat setempat, maupun dari luar yang mengunakan akses tersebut sebagai jalan alternatif". Paparnya ( Agus  Tiro/FERI)

JABAR BOGOR Kepala UPT Jalan Dan Jembatan Wilayah Leuwiliang
Feri

Feri

Previous Article

Hari Jadi Kab Bogor ke 539, Katar Cibungbulang...

Next Article

Hindari Kemacetan Mobil Pickup L300 Warga...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 242

Postingan Tahun ini: 1274

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 215

Postingan Tahun ini: 1335

Registered: Sep 22, 2020

salehwagidi

salehwagidi

Postingan Bulan ini: 144

Postingan Tahun ini: 260

Registered: Apr 16, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 141

Postingan Tahun ini: 764

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Widian.

Oknum Kepala Sekolah SD di Toraja Utara, Diduga Cabuli 3 Muridnya
Tak Pernah Pegang Kartu ATM, Bansos PKH Diduga Dicairkan Pengurus
Orang Tua Korban Pemukulan di Nagori Sihaporas Akui Buat Laporan Palsu Ke Polres Simalungun Karna Disuruh
Beredar Kabar Ombas Bakal Ubah RSUD Pongtiku, Yunus Garaga: Yang Penting  Sudah Milik Pemda
banner

Follow Us

Recommended Posts

Telat Bayar, Oknum Debt Colektor BFI Finance Kota Bogor Ancam Konsumen 
IKKPAS  Minta Ade Yasin Klarifikasi Pernyataannya Guna Meredam Polemik
Dua Lelang Proyek di Satker DPUPR Tanpa Nama Paket Pekerjaan Dipertanyakan
Akhirnya Jalan Berlubang Cemplang - Ciasmara Kab Bogor Diperbaiki 
Pimred Media Online di Simalungun Tewas Diduga Diterjang Peluru Orang Tak Dikenal