Pemilihan Dewan Kesenian Bogor Terkesan Dipaksakan, Tempat Budaya Menjadi Parkiran

Pemilihan Dewan Kesenian Bogor Terkesan Dipaksakan, Tempat Budaya Menjadi Parkiran
Gedung kesenian Kabupaten Bogor

BOGOR - Pemilihan Dewan Kesenian Kabupaten Bogor pada tahun 2020 lalu kini menjadi perbincangan hangat di kalangan Budayawan dan Putra Kelahiran Kabupaten Bogor. Pasalnya, pemilihan Dewan Kesenian seakan dipaksakan dan diduga untuk kepentingan kelompok bukan untuk kemajuan kesenian dan budaya di Kabupaten Bogor.

Pemilihan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Kesenian Kabupaten Bogor (DKKB) periode 2020-2025 di Gedung Tegar Beriman, Selasa (15/12/2020) lalu.

Disamping itu Pengurus DKKB KSB ( ketua , sekertaris, bendahara) bukan asli Bogor, akan tetapi hanya warga Bogor. Para lembaga mengatakan, hal ini perlunya di luruskan kembali karena kebudayaan adalah hasil cipta dan karsa warisan purwa yang perlu dilestarikan kalau bukan sama putra daerah mau siapa lagi, ucap Ketua Lembaga ke media.

Dari pantauannya lembaga yang hadir dalam acara pemilihan sebanyak 40 Lembaga dari 100 Lembaga yang terdaftar di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, menurutnya ini tidak memenuhi 50 persen peserta yang ada.

Ketua Lembaga Pelita Pasundan, Rinto Guswit putra asli Bogor itu menuturkan, pemilihan Dewan Kesenian Budaya Kabupaten Bogor seakan dipaksakan dan menuai kejanggalan. Menurutnya, lembaga yang terdaftar di Dinas Budaya dan Pariwisata ada 100, sedangkan ketika pemilihan Dewan Kesenian pada waktu itu hanya 40.



" Yang harus menjadi DKKB seharusnya sesepuh Kabupaten Bogor, jangan di campuri luar Kabupaten Bogor, ini bisa merusak budaya Kabupaten Bogor, " ujar Rinto ke media pada Senin (15/06/21)

Menurutnya, Dewan Kesenian ini dibentuk bukan untuk kepentingan sekelompok tertentu, tetapi untuk kepentingan seni dan budaya di Kabupaten Bogor. Dugaan tersebut dilihat dari kondisi gedung kesenian yang saat ini menjadi parkiran Polres Kabupaten Bogor.

Kata Rinto, gedung kesenian seharusnya menjadi tempat berkumpulnya para seniman, budayawan dan tempat Galeri Seni asli Kabupaten Bogor.

"Kita tahu dana untuk pemeliharaan Cagar Budaya dari pemerintah Pusat kalau tidak salah sekitar 17 Milyar, kita juga bisa mengetahui gedung kesenian saat ini menjadi tempat parkir Polres Kabupaten Bogor, bukan tempat budaya, " imbuhnya.

Rinto menjelaskan, Lembaga Pelita Pasundan dan beberapa lembaga asal Bogor pada bulan April 2021 mendatangi Dinas Pariwisata untuk menanyakan keabsahan secara resmi dari Pemkab Bogor. Hasil dari audiensi tersebut, Rinto menyebutkan Dinas Budaya dan Pariwisata belum menerbitkan SK secara resmi untuk kepengurusan Dewan Kesenian Kabupaten Bogor.

" Kami bertemu dengan Sekdis dan Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata. Menurutnya, Surat Keputusan ( SK ) Dewan Kesenian belum diterbitkan, " jelasnya.

Rinto dan beberapa Lembaga kesenian Kabupaten Bogor meminta kepada Dinas Budaya dan Pariwisata untuk mengevaluasi kepengurusan Putra Gara dan jajarannya.

"Kami hanya menuntut kepada Dinas Pariwisata bahwasanya yang harus menjadi Dewan Kesenian Kabupaten Bogor harus Putra Asli Bogor atau sesepuh Bogor yang mengetahui seluk beluk budaya Bogor, kami tidak mau kesenian asli Bogor hilang tergeser budaya luar, " tegasnya.

Disamping Itu, Rinto meminta pemerintah dan para seniman Kabupaten Bogor selektif dalam memilih pemimpin dalam bidang kesenian. Karena seni dan budaya sebagai jatung Kabupaten Bogor.

" Kekayaan budaya di Kabupaten Bogor menjadi modal utama, jika nilai nilai Budaya Bogor diterapkan dalam kehidupan dan pemerintah akan membentuk ciri khas daerah yang akan menarik wisatawan dari luar, " ungkapnya.

Saat di konfirmasi kepada Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Ike Selviany mengatakan, pihaknya memfasilitasi pembuatan Surat Keputusan Dewan Kesenian Kabupaten Bogor.

"Kita fasilitasi pembuatan SK nya Pak, " ucap singkatnya melalui pesan WhatShap.

Putra Gara unggul dengan mengantongi 26 suara, disusul Bambang Soemantri 12 suara dan Ace Sumanta 2 suara dari 100 Lembaga Kesenian yang ada.

“Saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan teman seniman, semoga dukungan rekan semua bisa memajukan kegiatan seniman dan budayawan di Kabupaten Bogor, ” kata Putra Gara, yang juga Wakil Ketua Sekber Wartawan Indonesia (SWI) dilansir serambinews.com ( Aceh.tribunnews.com ) paska pemilihan.

( FERI )

BOGOR Dewan Kesenian Kabupaten Bogor Lembaga Pelita Pasundan
Suferi

Suferi

Previous Article

Ketum APMASINDO : Banyak Yang Memberikan...

Next Article

Bank Keliling Meraja Rela, Kang RS Minta...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 178

Postingan Tahun ini: 178

Registered: Jul 16, 2020

Afrizal

Afrizal verified

Postingan Bulan ini: 156

Postingan Tahun ini: 156

Registered: May 25, 2021

Muh. Ahkam Jayadi

Muh. Ahkam Jayadi verified

Postingan Bulan ini: 115

Postingan Tahun ini: 115

Registered: Aug 19, 2021

Nanang suryana saputra

Nanang suryana saputra

Postingan Bulan ini: 107

Postingan Tahun ini: 107

Registered: Jul 10, 2020

Profle

soniyoner

Empat Rumah Warga Kampung Lubuk Begalung kecamatan Lengayang Dipagar Kawat Berduri Oleh warganya sendiri.
Lempar Petugas Patroli Saat Malam Pergantian Tahun, Dua Pemuda di Nagekeo Diamankan
Sehari Usai Dilantik, Kades Pappalluang Ditahan di Polres Jeneponto, Begini Kasusnya
Baru Seminggu Menjabat, Kapolres Tanah Datar Ringkus 6 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Follow Us

Recommended Posts

Dandim 0608/Cianjur Ikut Suntik Vaksin Booster bersama Forkopimda  
Kasal Hadiri Perayaan Natal  Bersama Umat Kristiani di Gereja Santo Yakobus
Kemendikbudristek: Sebanyak 293.848 Guru Honorer Segera Diangkat Jadi Pegawai PPPK
Program Samisade Mampu Tuntaskan 45 Desa Tertinggal di Kabupaten Bogor
Berkat Program Samisade Perekonomian Masyarakat Cariu Meningkat dan Pariwisata Bangkit