Kasus Narkoba di Kota Bogor Capai 16 Kasus Sepanjang Maret 2021

Kasus Narkoba di Kota Bogor Capai 16 Kasus Sepanjang Maret 2021
Kapolresta Bogor Kota Kombes pol Susatyo Purnomo Condro

BOGOR-Kasus Penyalahgunaan narkoba di Kota Bogor tergolong marak di tengah pandemi Covid-19. Polresta Bogor Kota mencatat ada 16 kasus yang berhasil terungkap sepanjang Maret 2021.

“Sejak Januari sampai saat ini telah berhasil mengungkap 42 kasus dengan 60 tersangka, dan yang hari ini kami informasikan kepada masyarakat hasil kegiatan operasi di bulan Maret totalnya 16 kasus dengan 21 tersangka, ” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro didampingi Kasat Narkoba Kompol Agus Susanto di kawasan Jalan Merdeka, Kebon Kelapa, Bogor Tengah, Rabu (31/3/2021).

Susatyo mengatakan, pihaknya sengaja menggelar acara jumpa pers di kawasan tersebut lantaran kawasan itu kerap dijadikan sebagai salah satu lokasi transaksi peredaran narkoba.

“Tempat ini karena tempat ini menjadi salah satu tempat yang sering menjadi transaksi dengan modus pada umumnya sistem tempel dari bandar besar ke bandar kecil yang kemudian disebar ke titik-titiknya. Sehingga kalau nanti pengguna membeli tinggal di-share location melalui handphone, ” terang Kapolresta.

Susatyo melanjutkan, bahwa pengungkapan kasus narkoba ini sebagai bentuk komitmen pihaknya untuk tetap menjauhkan masyarakat Kota Bogor dari narkoba. Terlebih di masa pandemi ini, sambungnya, ternyata tidak mengurangi pesanan atas kebutuhan narkoba.

Dari tangan para tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti narkoba berupa 94 paket sabu seberat 220 gram, 11 paket ganja seberat 280 gram, dan 1, 6 kilogram tembakau gorila atau ganja sintetis.

Susatyo lanjut menuturkan dari jenis narkoba tersebut tembakau gorila cukup marak digunakan di kalangan remaja. Karena itu, ia pun mengimbau kepada masyarakat khususnya orangtua untuk menjaga anaknya agar tidak terjebak dalam narkoba.

“Ganja sintetis ini dampaknya luar biasa juga, sehingga melalui pengungkapan ini kami mengimbau kepada masyrakat dan orang tua untuk lebih waspada dan menjaga anak-anaknya, ” ucapnya.

Dirinya juga telah menginstruksikan jajarannya untuk terus melakukan penegakan hukum terhadap tindak pidana penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya.

“Jadi jangan berani-berani mengedarkan di Kota Bogor, kami akan melakukan tidakan tegas, ” kata Susatyo.

Terhadap para tersangka, polisi akan menjerat dengan pasal 114 ayat (2) subsidier pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 111 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara atau denda paling sedikit Rp.1 miliar.(Imbris Ghandi)

Bogor
Imbris Ghandi

Imbris Ghandi

Previous Article

TWA Pangandaran Jadi Lokasi Kegiatan Vertikal...

Next Article

Pangandaran Regency Government Continue...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 242

Postingan Tahun ini: 1274

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 215

Postingan Tahun ini: 1335

Registered: Sep 22, 2020

salehwagidi

salehwagidi

Postingan Bulan ini: 144

Postingan Tahun ini: 260

Registered: Apr 16, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 141

Postingan Tahun ini: 764

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Widian.

Oknum Kepala Sekolah SD di Toraja Utara, Diduga Cabuli 3 Muridnya
Tak Pernah Pegang Kartu ATM, Bansos PKH Diduga Dicairkan Pengurus
Orang Tua Korban Pemukulan di Nagori Sihaporas Akui Buat Laporan Palsu Ke Polres Simalungun Karna Disuruh
Beredar Kabar Ombas Bakal Ubah RSUD Pongtiku, Yunus Garaga: Yang Penting  Sudah Milik Pemda
banner

Follow Us

Recommended Posts

Telat Bayar, Oknum Debt Colektor BFI Finance Kota Bogor Ancam Konsumen 
IKKPAS  Minta Ade Yasin Klarifikasi Pernyataannya Guna Meredam Polemik
Dua Lelang Proyek di Satker DPUPR Tanpa Nama Paket Pekerjaan Dipertanyakan
Akhirnya Jalan Berlubang Cemplang - Ciasmara Kab Bogor Diperbaiki 
Pimred Media Online di Simalungun Tewas Diduga Diterjang Peluru Orang Tak Dikenal