Dedi Taufik: Jawa Barat Siapkan Strategi Sambut Kunjungan Wisatawan Domestik

Dedi Taufik: Jawa Barat Siapkan Strategi Sambut Kunjungan Wisatawan Domestik
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik

BANDUNG - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik menyatakan bahwa di era adaptasi kebiasaan baru (AKB), dunia pariwisata di Jawa Barat (Jabar) secara bertahap mulai dibuka kembali. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut dia, Jawa Barat pun sudah mulai bersiap menghadapi gelombang wisatawan domestik yang hadir ke Jawa Barat. Terlebih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kota mulai mengalami pelonggaran.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sudah mulai melakukan berbagai evaluasi terhadap destinasi wisata yang telah dibuka untuk wisatawan. Harus dipastikan setiap destinasi wisata tak hanya menerapkan protokol kesehatan saja, akan tetapi wajib memiliki management Gugus Covid-19 yang dapat menjadi pengawas pelaksanaan protokol kesehatan yang tepat di destinasi wisata Jawa Barat, ” kata dia dalam seminar bertema "Pariwisata di Era Adaptasi Kebiasaan Baru", Sabtu (29/8/2020) malam.

Taufik menjelaskan terkait strategi yang dilakukan Pemprov Jawa Barat untuk menjadikan pariwisata sebagai lokomotif ekonomi di Jabar di antaranya adalah fokus perencanaan pada pariwisata.

Menurut dia, semua tempat di Jabar harus jadi destinasi wisata dengan membaginya ke dalam tiga tipe. Tipe pertama seperti Gedung Sate yang telah dijadikan destinasi wisata. Tipe kedua, destinasi wisata yang memerlukan ekstra pembiayaan lebih seperti Waduk Darma. Sedangkan tipe ketiga adalah dengan membangun Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata seperti Cikidang, Sukabumi.

Selain itu, adalah melakukan peningkatan SDM termasuk Pokdarwis dan mengembangkan desa wisata.

Ia menyebut bahwa hingga saat ini ada sekitar 62 destinasi berbasis alam di Jawa Barat.

Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Provinsi Jawa Barat Hermansyah menyatakan, yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini adalah membangun public trust terkait upaya apa saja yang telah dilakukan pemda guna membangkitkan dunia pariwisata di era adaptasi kebiasaan baru.

Ia menyatakan bahwa Jawa Barat telah mampu membangun banyak fasilitas kesehatan, memperbanyak test Covid-19, produksi APD dan memproduksi mesin ventilator. (***)